Soal pemecahan masalah sering terasa panjang karena informasi disajikan dalam bentuk aturan. Padahal, setelah aturan diubah menjadi simbol, rantai, atau tabel kecil, jalan jawabannya bisa jauh lebih singkat. Dalam panduan ujian LPDP yang diterbitkan 27 April 2026, subtes Pemecahan Masalah terdiri dari 12 soal dalam 20 menit.
Target latihanmu bukan membuat diagram paling indah, melainkan representasi paling sederhana yang mencegah salah ingat. Gunakan tanda < untuk urutan, panah untuk implikasi, dan lingkaran atau tabel untuk himpunan.
Langkah dasar menghadapi soal berbasis aturan
- Tulis semua aturan mutlak sebelum membaca opsi.
- Gabungkan aturan yang memiliki objek sama.
- Kerjakan aturan paling ketat lebih dulu, misalnya “tepat setelah” atau “harus bersama”.
- Bedakan pertanyaan pasti benar, mungkin benar, dan tidak mungkin.
- Jangan menambahkan asumsi yang tidak tertulis.
Enam contoh latihan pemecahan masalah
Soal-soal berikut adalah latihan orisinal. Isinya bukan soal resmi, bocoran, ataupun kisi-kisi LPDP.
Contoh 1 — Menyusun urutan
Soal: Lima sesi V, W, X, Y, dan Z dijadwalkan berurutan. V sebelum W; W sebelum X; Y tepat setelah X; dan Z setelah Y. Urutan yang memenuhi semua aturan adalah ...
- V–W–X–Y–Z
- V–X–W–Y–Z
- W–V–X–Y–Z
- V–W–X–Z–Y
- Z–V–W–X–Y
Jawaban: A.
Pembahasan: Tiga aturan pertama membentuk rantai V < W < X–Y, dengan X dan Y sebagai satu blok karena Y tepat setelah X. Z harus berada setelah Y. Hasil akhirnya V–W–X–Y–Z.
Contoh 2 — Implikasi berantai
Soal: Jika wawancara dilakukan daring, peserta menyiapkan headset. Jika peserta menyiapkan headset, peserta memilih ruangan tenang. Wawancara Naya dilakukan daring. Apa yang pasti benar?
- Naya hanya menyiapkan ruangan tenang
- Naya menyiapkan headset dan memilih ruangan tenang
- Semua wawancara dilakukan daring
- Peserta yang memilih ruangan tenang pasti diwawancarai daring
- Naya tidak memerlukan koneksi internet
Jawaban: B.
Pembahasan: Bentuknya P → Q dan Q → R. Karena P terjadi pada Naya, Q dan R juga mengikuti. Kita tidak boleh membaliknya menjadi R → P; orang yang memilih ruangan tenang belum tentu sedang menjalani wawancara daring.
Contoh 3 — Himpunan
Soal: Dari 30 peserta, 18 mengikuti kelas bahasa, 16 mengikuti kelas logika, dan 7 mengikuti keduanya. Berapa peserta yang tidak mengikuti kelas bahasa maupun kelas logika?
- 2
- 3
- 5
- 7
- 9
Jawaban: B. 3 peserta.
Pembahasan: Jumlah yang mengikuti minimal satu kelas = 18 + 16 − 7 = 27. Angka 7 dikurangi karena sudah terhitung dua kali. Jadi yang tidak mengikuti keduanya = 30 − 27 = 3.
Contoh 4 — Penjadwalan bersyarat
Soal: P, Q, R, dan S mendapat slot 1–4. Q harus sesudah P, dan R tepat sebelum S. Jika R di slot 1 dan S di slot 2, posisi P dan Q adalah ...
- P di 3 dan Q di 4
- P di 4 dan Q di 3
- P di 1 dan Q di 2
- P dan Q bebas bertukar
- Jadwal tidak mungkin dibuat
Jawaban: A.
Pembahasan: Slot 1 dan 2 sudah terisi R–S. Slot tersisa hanya 3 dan 4. Karena Q harus sesudah P, maka P menempati 3 dan Q menempati 4.
Contoh 5 — Pasangan yang harus bersama
Soal: Sebuah tim berisi tepat dua orang dari A, B, C, dan D. A dan B harus dipilih bersama; C tidak boleh dipilih bersama D. Pasangan mana yang memenuhi aturan?
- A dan C
- A dan B
- B dan C
- B dan D
- C dan D
Jawaban: B. A dan B.
Pembahasan: “A dan B harus bersama” berarti memilih salah satunya mengharuskan memilih yang lain. Karena tim hanya berisi dua orang, pasangan A–B langsung memenuhi kapasitas. C–D dilarang, sedangkan opsi A–C, B–C, dan B–D memisahkan A dari B.
Contoh 6 — Menilai kecukupan informasi
Soal: Sebuah pelatihan dimulai setelah pukul 08.00 dan selesai sebelum pukul 12.00. Durasi pelatihan 150 menit. Jika waktu mulai dan selesai berada pada kelipatan 30 menit, pukul berapa pelatihan dimulai?
- 08.30
- 09.00
- 09.30
- 10.00
- Tidak dapat ditentukan secara unik
Jawaban: E. Tidak dapat ditentukan secara unik.
Pembahasan: Durasi 150 menit sama dengan 2 jam 30 menit. Jika mulai 08.30, selesai 11.00; jika mulai 09.00, selesai 11.30. Keduanya memenuhi syarat dimulai setelah 08.00, selesai sebelum 12.00, dan berada pada kelipatan 30 menit. Karena ada lebih dari satu kemungkinan, jawabannya tidak unik.
Kapan harus membuat diagram?
Buat diagram saat ada tiga aturan atau lebih yang saling terhubung. Untuk satu implikasi sederhana, simbol P → Q sudah cukup. Untuk urutan, susun rantai. Untuk jadwal, gambar kotak sesuai jumlah slot. Kalau diagrammu justru menghabiskan setengah halaman, kemungkinan representasinya terlalu rumit.
Latihan yang membangun kecepatan
- Kerjakan lima soal sejenis tanpa timer untuk membangun pola.
- Ulangi lima soal lain dengan batas waktu.
- Tandai aturan yang lupa kamu gunakan.
- Bandingkan waktu membuat diagram dengan waktu menguji opsi.
- Ulangi soal yang salah setelah 24 jam.
Kalau diagrammu masih sering mentok atau memakan waktu terlalu panjang, kamu dapat berlatih lewat tryout maupun mengambil kelas private TBS di Tibra Scholastic sesuai kebutuhanmu.
Sumber resmi
- LPDP — Panduan Seleksi Bakat Skolastik, diterbitkan 27 April 2026
- LPDP — Kebijakan Beasiswa dan jadwal seleksi 2026
Format dan ketentuan teknis perlu dikonfirmasi kembali melalui panduan terbaru di akun LPDP. Latihan ini tidak mewakili soal resmi LPDP.