Sobat Tibra yang sedang menunggu tahap berikutnya setelah seleksi administrasi, sekarang waktunya mengubah cara belajar dari sekadar “banyak latihan” menjadi latihan yang terukur. LPDP menyebut tahap resminya Seleksi Bakat Skolastik (SBS), sedangkan instrumen di dalam panduan ujian disebut Tes Bakat Skolastik (TBS).
Untuk Tahap 2 tahun 2026, laman resmi LPDP mencantumkan simulasi SBS pada 27–28 September 2026, pelaksanaan SBS pada 29 September–4 Oktober 2026, dan pengumuman hasil pada 9 Oktober 2026. Jadwal individu tetap perlu kamu cek melalui akun pendaftaran masing-masing.
Format TBS yang dijelaskan dalam panduan LPDP 2026
Dalam panduan ujian yang diterbitkan LPDP pada 27 April 2026, TBS berlangsung selama total 90 menit dengan 60 soal. Pembagiannya adalah sebagai berikut.
| Subtes | Jumlah soal | Waktu | Rata-rata waktu per soal |
|---|---|---|---|
| Penalaran Verbal | 23 | 30 menit | Sekitar 78 detik |
| Penalaran Kuantitatif | 25 | 40 menit | 96 detik |
| Pemecahan Masalah | 12 | 20 menit | 100 detik |
Catatan penting: angka rata-rata di atas hanya hasil pembagian waktu, bukan batas wajib untuk setiap soal. Ada soal yang bisa selesai cepat dan ada yang butuh waktu lebih panjang. Kamu juga tetap perlu mengikuti panduan terbaru yang muncul di akun LPDP untuk sesi September.
Mulai dari tes diagnostik, bukan dari asumsi
Sebelum membuat jadwal belajar, kerjakan satu set latihan campuran dalam kondisi tenang dan memakai batas waktu. Setelah itu, kelompokkan kesalahanmu menjadi empat jenis: belum paham konsep, salah membaca informasi, salah menghitung, atau kehabisan waktu. Hasil diagnostik inilah yang menentukan porsi latihan. Kalau akurasi verbalmu sudah stabil tetapi kuantitatif masih lambat, waktu belajar tentu tidak perlu dibagi rata.
Tiga contoh latihan dan pembahasannya
Semua soal berikut merupakan latihan orisinal untuk mengasah penalaran. Soal-soal ini bukan soal resmi, bocoran, ataupun prediksi persis soal LPDP.
Contoh 1 — Penalaran Verbal
Soal: KOMPAS : ARAH = TERMOMETER : ...
- Kelembapan
- Suhu
- Tekanan
- Waktu
- Jarak
Jawaban: B. Suhu.
Pembahasan: Kompas adalah alat yang menunjukkan arah. Dengan hubungan yang sama, termometer adalah alat yang menunjukkan suhu. Jangan hanya mencari kata yang masih berhubungan dengan cuaca; cari hubungan yang paling spesifik antara benda dan informasi yang ditunjukkannya.
Contoh 2 — Penalaran Kuantitatif
Soal: Setelah mendapat diskon 20%, harga sebuah kelas menjadi Rp480.000. Berapa harga sebelum diskon?
- Rp576.000
- Rp590.000
- Rp600.000
- Rp620.000
- Rp640.000
Jawaban: C. Rp600.000.
Pembahasan: Harga setelah diskon adalah 80% dari harga awal. Misalkan harga awal x, maka 0,8 × x = 480.000. Jadi, x = 480.000 ÷ 0,8 = 600.000. Kesalahan yang sering terjadi adalah menambahkan 20% langsung ke Rp480.000, padahal persentase diskon dihitung dari harga awal.
Contoh 3 — Pemecahan Masalah
Soal: Deni, Raka, Nisa, dan Maya mendapat empat urutan presentasi. Deni tampil sebelum Raka, Raka tampil sebelum Nisa, dan Maya tampil setelah Nisa. Manakah urutan yang memenuhi seluruh aturan?
- Deni–Nisa–Raka–Maya
- Raka–Deni–Nisa–Maya
- Deni–Raka–Maya–Nisa
- Deni–Raka–Nisa–Maya
- Maya–Deni–Raka–Nisa
Jawaban: D. Deni–Raka–Nisa–Maya.
Pembahasan: Gabungkan aturan menjadi satu rantai: Deni < Raka < Nisa < Maya. Opsi D mengikuti rantai tersebut. Cara ini lebih cepat daripada memeriksa aturan satu per satu dari awal pada setiap pilihan.
Strategi waktu dengan sistem tiga putaran
- Putaran pertama: kerjakan soal yang jalur jawabannya langsung terlihat. Tujuannya mengamankan soal yang relatif mudah tanpa membuang waktu.
- Putaran kedua: kembali ke soal yang membutuhkan perhitungan, diagram, atau pembacaan lebih teliti.
- Putaran ketiga: gunakan sisa waktu untuk soal tersulit dan mengecek jawaban yang rawan salah baca.
Strategi ini perlu dilatih, bukan baru dicoba pada hari ujian. Saat latihan, catat berapa soal yang kamu selesaikan pada tiap putaran dan berapa banyak jawaban benar. Kecepatan tanpa akurasi belum tentu membantu, sedangkan akurasi tinggi yang selalu kehabisan waktu juga perlu diperbaiki.
Teknis ujian juga bagian dari persiapan
Panduan LPDP yang terbit 27 April 2026 menjelaskan pelaksanaan daring dengan ExamBrowser, pengawasan Zoom, dan dua perangkat. Panduan tersebut juga melarang penggunaan kalkulator, alat komunikasi, ChatGPT atau AI, dan aplikasi bantuan selama ujian. Karena aturan teknis untuk sesi berikutnya bisa diperbarui, jadikan simulasi resmi sebagai kesempatan mengecek perangkat, koneksi, posisi kamera, dan alur login.
Langkah latihan yang bisa kamu mulai hari ini
- Kerjakan satu tes diagnostik dengan timer.
- Pilih satu kelemahan utama untuk dibenahi selama tiga hari.
- Latih perhitungan dasar tanpa kalkulator.
- Buat catatan kesalahan dan tulis aturan perbaikannya.
- Jadwalkan simulasi penuh secara berkala, bukan setiap hari.
Kalau Sobat Tibra ingin mengetahui titik awal melalui simulasi atau membutuhkan pembahasan yang lebih personal, kamu bisa mencoba tryout sekaligus melihat pilihan kelas private TBS di Tibra Scholastic.
Sumber resmi
- LPDP — Kebijakan Beasiswa dan jadwal seleksi 2026
- LPDP — Panduan Seleksi Bakat Skolastik, diterbitkan 27 April 2026
Artikel ini tidak berafiliasi dengan LPDP. Selalu cocokkan jadwal, format, dan ketentuan teknis dengan pengumuman terbaru di laman serta akun pendaftaran LPDP kamu.